TEMU KONSULTASI DENGAN ORANG TUA MURID
Sombaopu, 20/07. Temu Konsultasi dengan orang tua murid Pesantren Modern Cendekia Puruhita GUPPI Samata Gowa berlangsung di Masjid Pesantren Al-Amin Sabtu, 19 Juli 2025. Temu ini khusus membahas program kerja pesantren untuk tahun pelajaran 2025/2026. Rapat yang dipimpin oleh Bapak Direktur Pendidikan Pesantren Modern Cendekia Puruhita GUPPI Samata Gowa Drs. H. Muhammad Ridwan Angka, M.Pd. ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah, Kepala Madrasah dan Kepala Pondok menyepakati rencana kerja strategis yang diajukan pihak pesantren setelah mendengarkan masukan dari para orang tua murid.
GUPPI DALAM GENGGAMAN
Salah satu program utama yang disepakati yaitu pembuatan Aplikasi GUPPI DALAM GENGGAMAN, sebuah aplikasi yang memungkinkan para orang tua murid memantau proses belajar anaknya di sekolah dengan cepat. Melalui aplikasi ini orang tua dimungkinkan dapat mengakses informasi kedatangan anaknya di sekolah, keikutsertaannya belajar di dalam dan luar kelas, dan semua yang berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah. Diharapkan kehadiran aplikasi ini dapat menambah semangat para murid, guru, orang tua murid serta seluruh sivitas akademika memajukan pesantren sesuai dengan kapasitas masing-masing.
KELAS CENDEKIA BERBASIS RELIGIUS
Program kerja yang juga disepakati pengadaan KELAS CENDEKIA BERBASIS RELIGIUS (KCBR) sebuah kelas yang merupakan rintisan awal yang menerapkan konsep TEAM TEACHING PLUS. Konsep team teaching plus mengacu pada pengintegrasian sains dan ilmu agama dalam pembelajaran. Guru sains dalam pembelajaran akan berkolaborasi dengan guru agama menyajikan mata pelajaran sains dalam perspektif ajaran agama. Diharapkan dengan team teaching plus ini terjadi sinergitas antara guru sains dan guru pendidikan agama. Guru sains dan guru pendidikan agama telah disiapkan yayasan untuk segera memulai program ini.
KELAS DWIBAHASA (BILINGUAL CLASS)
Ini juga merupakan program rintisan yang disepakati dalam Temu Konsultasi dengan orang tua. Konsep kelas dwibahasa merujuk pada penyajian pembelajaran dengan menggunakan dua bahasa pengantar yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, atau Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab. Sebelum penerapan konsep ini akan segera diadakan kursus praktik bahasa Inggris kepada para guru, untuk sementara khusus untuk guru yang telah ditugaskan mengajar di Kelas Cendekia Berbasis Religius.
Demikian antara lain program kerja yang mendapat persetujuan orang tua murid. Masih banyak program yang belum diungkap dalam tulisan ini. (Mhz-02)
Sombaopu, 20 Juli 2025